ANALISIS IMPLEMENTASI ENTREPRISE INFORMATION SYSTEM DAN KAITANNYA DENGAN PROSES BISNIS PADA PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK
ANALISIS IMPLEMENTASI ENTREPRISE INFORMATION SYSTEM DAN KAITANNYA DENGAN PROSES BISNIS PADA PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK
Artika Priananda, Ichsan Nur Rahmanto, Nuraenie Oktavianthie, Pradita Dyah Ayu P, Riski Serina Safitri
Manajemen Proses Bisnis, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mercu Buana
Jl. Meruya Selatan No.31, Kota Jakarta Barat 11610, telp. (021) 5840816
Abstrak
Enterprise Resource Planning (ERP) adalah sistem informasi terintegrasi yang dapat mengakomodasikan kebutuhan – kebutuhan sistem informasi secara spesifik untuk departemen – departemen yang berbeda pada suatu perusahaan. ERP Terdiri dari bermacam – macam modul yang disediakan untuk berbagai kebutuhan dalam suatu perusahaan, dari modul untuk keuangan sampai modul untuk proses distribusi. Penggunaan ERP menjadikan semua sistem di dalam suatu perusahaan menjadi satu sistem yang terintegrasi dengan satu database, sehingga beberapa departemen menjadi lebih mudah dalam berbagi data, dan lebih mudah pula dalam melakukan komunikasi.
Perangkat lunak ERP yang beredar di pasaran, tidak hanya dalam versi komersial saja, tetapi juga sudah tersedia dalam versi open source. Penerapan ERP dalam suatu perusahaan tidak harus dalam satu sistem yang utuh, tetapi dapat diterapkan dengan hanya menggunakan satu modul saja dulu sebagai pilot project. Jika penerapan satu modul dinilai berhasil, maka dapat menerapkan modul lain dengan referensi modul yang sudah berhasil. Proses bisnis yang berbeda antara satu perusahaan satu dengan perusahaan lain, memungkinan dilakukan kustomisasi ERP dalam penerapannya.
Kata Kunci: Enterprise Resource Planning, Proses Bisnis
1. PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi pada era globalisasi seperti sekarang ini khususnya dibidang teknologi informasi terus berkembang dan tidak akan pernah berhenti, sehingga membuat setiap insan yang menggunakannya menjadi ketergantungan akan keuntungan dan kemudahan dari produk yang digunakan. Seperti halnya sistem informasi, merupakan sebuah produk yang dibangun dan dikembangkan untuk kebutuhan proses bisnis tertentu dengan tampilan yang bersahabat, penyajian data yang cepat dan mudah digunakan sehingga dijadikan sebagai alat untuk mengumpulkan data secara terpusat sampai akhirnya menghasilkan laporan yang dapat digunakan untuk kepentingan manajemendalam sebuah keputusan.
Dalam pengolahan data dan transaksi bisnis modern dikenal adanya sistem ERP (Enterprise Resource Planning) yang akan mencatat secara terintegrasi segala proses transaksi perusahaan, dari bagaimana proses produksi, penjualan, dan seberapa banyak transaksi yang terjadi, hingga data berapa suplai yang diperlukan oleh perusahaan. Sejak 1990-an, Enterprise Resource Planning System (ERP System) telah banyak digunaka oleh perusahaan-perusahaan di seluruh dunia menggantikan sistem informasi yang telah dikembangkan sebelumnya (Parr and Shanks, 2000; Soffer et al., 2005; Motwani et al., 2005; Chang dan Vichita, 2002). Menurut Lee (2000), aplikasi ERP merupakan paket yang mengintegrasikan fungsi- fungsi bisnis yang penting ke dalam satu sistem informasi melalui sharing database yang terintegrasi. Sistem ERP dirancang untuk membantu organisasi didalam mengelola sumber daya yang dimilikinya secarater integrasi.
2. LITERATUR TEORI
Pengertian ERP (Enterprise Resource Plannig)
Perencanaan Sumber Daya perusahaan atau yang dikenal dengan istilah ERP (Enterprise Resource Planning) merupakan sebuah sistem informasi, perangkat lunak, sekaligus framework yang ditujukan untuk proses manajemen inventarisasi dan kontrol pada perusahaan, perencanaan distribusi barang, proses produksi barang, keuangan, pemesanan barang, dan sejumlah aktifitas lainnya terkait dengan barang di dalam sebuah industri/perusahaan, yang dilakukan secara digital.
Definisi ERP menurut beberapa ahli, adalah sebagai berikut:
1. Menurut O’Leary (2000), ERP (Enterprise Resource Planning) adalah sebuah sistem berbasiskan komputer yang didesain untuk memproses transaksi-transaksi perusahaan dan memfasilitasi perencanaan yang terintegrasi dan real time, produksi, dan respon konsumen.
2.
Menurut Hau dan Kuzic (2010), ERP (Enterprise Resource
Planning) adalah multi-modul,
solusi aplikasi pengemasan bisnis yang memungkinkan organisasi untuk
mengintegrasikan proses bisnis dan kinerja perusahaan, pendistribusian data
umum, pengelolaan sumber daya serta menyediakan akses informas secara aktual.
3. Menurut O’Brien (2005), ERP (Enterprise Resource Planning) adalah software lintas fungsi terpadu yang merekayasa ulang proses manufaktur, distribusi, keuangan, sumber daya manusia, dan proses bisnis lainnya dari suatu perusahaan untuk memperbaiki efisiensi, kelincahan, dan profitabilitasnya.
4. Menurut Monk (2001), ERP (Enterprise Resource Planning) adalah sebuah sistem yang membantu untuk mengatur proses bisnis seperti marketing, produksi, pembelian, dan accounting dalam suatu kesatuan yang terintegrasi.
ERP dalam suatu perusahaan berperan untuk mengkoordinasikan bisnis perusahaan secara keseluruhan. ERP dapat digunakan untuk otomatisasi dan integrasi banyak proses bisnis, membagi database yang umum dan praktik bisnis melalui enterprise, menghasilkan informasi yang real-time dan memungkinkan perpaduan proses transaksi.
Tujuan sistem ERP : adalah untuk mengkoordinasikan bisnis organisasi secara keseluruhan. ERP merupakan suatu peranti lunak (software) yang ada dalam organisasi/perusahaan untuk :
1.
Otomatisasi dan integrasi banyak proses bisnis
2.
Membagi database yang umum dan praktek bisnis
melalui enterprise
3.
Menghasilkan informasi yang real-time
4.
Memungkinkan perpaduan proses transaksi dan kegiatan perencanaan
Beberapa manfaat yang didapatkan dari implementasi ERP (Enterprise Resource Planning) pada sebuah perusahaan, antara lain :
·
Sistem ERP akan memudahkan
perusahaan dalam melakukan pemantauan dan pengedalian proses bisnis, serta
dapat memberikan wawasan yang luas kepada seorang pembuat
keputusan sehingga dapat melakukan prediksi
dan pengambilan keputusan yang akurat.
·
ERP memiliki fungsi otomatisasi
yang akan menjamin aliran informasi tersampaikan dengan jelas dan bebas dari kesalahan, sehingga
proses bisnis menjadi lebih
sederhana dan responsif.
·
Sistem ERP akan menyalurkan kepada
karyawan informasi-informasi akurat yang dibutuhkan langsung kepada mereka.
· Ekosistem perusahaan yang terintegrasi, artinya sistem ERP dapat menyatukan semua unit dalam ekosistem perusahaan.
· Sistem ERP menjadikan perusahaan yang sedang berkembang memiliki fleksibilitas untuk beradaptasi dengan kebutuhan-kebutuhan di masa depan.
Karakteristik Enterprise Resource Planning (ERP)
Secara umum sistem ERP memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:
- Sistem ERP merupakan paket
software yang didesain pada lingkungan client-server baik tradisional (berbasis
desktop) maupun berbasis web.
- Sistem ERP mengintegrasikan mayoritas bisnis proses
yang ada.
- Sistem ERP memproses seluruh transaksi organisasi perusahaan.
- Sistem ERP menggunakan database
skala enterprise untuk penyimpanan data.
- Sistem ERP mengijinkan pengguna mengakses data
secara real-time.
Sedangkan Karakteristik ERP menurut Daniel E. O’Leary meliputi hal-hal sebagai berikut:
· Sistem ERP adalah suatu paket
perangkat lunak yang didesain untuk lingkungan pelanggan pengguna server,
apakah itu secara tradisional atau berbasis jaringan.
· Sistem ERP memadukan sebagian besar dari proses bisnis.
· Sistem ERP memproses sebagian besar dari transaksi perusahaan.
· Sistem ERP menggunakan basis data perusahaan yang secara tipikal menyimpan setiap data sekali saja.
· Sistem ERP memungkinkan mengakses data secara waktu nyata (real-time).
· Dalam beberapa hal sistem ERP memungkinkan perpaduan proses transaksi dan kegiatan perencanaan.
Penerapan ERP dalam Perusahaan
Penggunaan sistem informasi (SI) untuk mendukung proses bisnis pada sebuah perusahaan kini telah menjadi suatu tuntutan agar perusahaan dapat mencapai tujuan yang ditetapkan. Oleh karenanya, penerapan SI yang tepat diharapkan menjadi nilai tambah (value added) untuk menjaga agar mata rantai perusahaan tetap berputar dalam menghadapi persaingan secara global dengan menyediakan data dan informasi yang akurat untuk digunakan dalam setiap pengambilan keputusan bisnis. Berangkat dari kondisi dinamika bisnis yang sangat dinamis dan arus informasi yang begitu cepat dan tersebar, maka saat ini perusahaan sangat memerlukan suatu alat yang dapat memproses informasi dengan cepat, tepat dan spesifik yang dapat membantu proses pengambilan keputusan.
Saat ini banyak penyedia sistem aplikasi terintegrasi (ERP) berusaha menawarkan solusi bisnis yang dapat diandalkan sehingga mampu menghasilkan best practice bagi penggunanya. Sistem ERP (Enterprise Resource Planning) merupakan sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan untuk mengintegrasikan dan mengotomatisasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan.
ERP berkembang dari Manufacturing Resource Planning (MRP II) dimana MRP II adalah hasil evolusi dari Material Requirement Planning (MRP) yang berkembang sebelumnya. Sistem ERP secara modular biasanya mengangani proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan (inventory), shiping, pembayaran dan akuntansi perusahaan. ERP sering disebut sebagai Back Office System yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan masyarakat secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini.
Secara teknis, ERP berfungsi mengintegrasikan berbagai sistem informasi yang tersebar di masing – masing departemen (unit fungsional) di sebuah lembaga. Dengan adanya sistem yang terintegrasi tersebut maka masing – masing unit fungsional dalam lembaga tersebut dapat saling berbagi data dan informasi yang pada akhirnya meningkatkan sinergi antar elemen di perusahaan yang menerapkannya.
ERP juga membantu kita dalam melakukan standarisasi proses operasi melalui implementasi best practice sehingga terjadi peningkatan Produktivitas, penurunan inefisiensi, dan peningkatan kualitas produk. Dalam pencapaian standarisasi proses operasi, terlebih dahulu dilakukan standarisasi data dan informasi melalui keseragaman pelaporan, terutama untuk perusahaan besar yang memiliki banyak unit bisnis dengan jumlah dan jenis yang berbeda – beda. Banyak perusahaan di Indonesia yang berhasil mengimplementasi system ERP bagi perusahaan mereka. Oleh karena itu, vendor ERP berhasil memperoleh banyak peminat yang mencakup berbagai tingkatan perusahaan dari perusahaan menengah ke bawah hingga perusahaan multinasional dan transnasional.
Sudah banyak manfaat yang diperoleh perusahaan tersebut dengan melakukan implementasi produk ERP yang mereka gunakan. Diantaranya meningkatkan nilai penjualan, meningkatkan prestige perusahaan sehingga meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan, melakukan standarisasi proses bisnis untuk mencapai nilai integrasi yang diinginkan.Banyak perusahaan yang memperoleh manfaat dari penerapan ERP, sementara di sisi lain juga ditemukan beberapa perusahaan menghadapi permasalahan dalam penerapan ERP.
Penerapan ERP memerlukan investasi dan biaya yang cukup mahal, baik initial cost maupun running cost, memerlukan beberapa customized atau tailoring untuk melakukan implementasi/penerapan sistem aplikasi ERP dengan proses bisnis dan supply chain management perusahaan, memerlukan biaya dan waktu untuk kegiatan konsultansi dan pelatihan untuk implementasi ERP.
Agar perusahaan berhasil dalam menerapkan ERP, manajemen perusahaan perlu melakukan pelatihan yang intensif, mulai dari tingkat manajerial sampai dengan tingkat operasional. Perubahan budaya dan cara kerja perlu dilakukan untuk menyesuaikan dan menyesuaikan dengan proses bisnis yang baru berbasis ERP.
Penggunaan ERP menjadikan semua sistem di dalam suatu perusahaan menjadi satu sistem yang terintegrasi dengan satu database, sehingga beberapa departemen menjadi lebih mudah dalam berbagi data, dan lebih mudah pula dalam melakukan komunikasi. Perangkat lunak ERP yang beredar di pasaran, tidak hanya dalam versi komersial saja, tetapi juga sudah tersedia dalam versi open source.
Penerapan ERP dalam suatu perusahaan tidak harus dalam satu sistem yang utuh, tetapi dapatditerapkan dengan hanya menggunakan satu modul saja dulu sebagai pilot project. Jika penerapan satu modul dinilai berhasil, maka dapat menerapkan modul lain dengan referensi modul yang sudah berhasil.
Proses bisnis yang berbeda antara satu perusahaan satu dengan perusahaan lain, memungkinan dilakukan kustomisasi ERP dalam penerapannya.
Perbedaan SIA dengan Sistem ERP
Sistem Informasi Akuntansi :
a. Salah satu alat untuk mendapatkan data.
b. Mampu menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
c. Mampu meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
d.
Mampu meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
e. Mampu meningkatkan sharing knowledge
f. Mampu menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan Enterprise Resource Planning :
a. Cara atau sistem mengumpulkan data secara otomatisasi.
b. Integrasi antara area fungsional yang berbeda untuk meyakinkan komunikasi, produktifitas dan efesiensi yang tepat.
c.
Rancangan perekayasaan
d. Pelacakan pemesanan dari penerimaan sampai fulfillment
e. Mengatur saling ketergantungan dari proses penagihan material yang kompleks.
f. Pelacakan cara yang bersesuaian antara pemesanan, pembelian, penerimaan inventori dan pembiayaan
g. Akutansi untuk keseluruhan tugas : melacak pemasukan , biaya dan keuntungan pada level inti
Kedudukan SIA dalam Sistem ERP
Implementasi sistem informasi berbasis ERP adalah suatu arsitektur software yang memiliki tujuan untuk memfasilitasi aliran informasi diantara seluruh fungsi-fungsi bisnis di dalam batas organisasi/perusahaan dan mengelola hubungan dengan pihak stakeholder diluar perusahaan.
Dibangun atas dasar sistem database yang terpusat dan biasanya menggunakan platform komputasi yang umum. Sistem informasi berbasis ERP dapat mengkonsolidasikan seluruh operasi bisnis menjadi seragam dan sistem lingkungan perusahaan yang lebih luas.
Suatu sistem ERP akan berada pada pusat server dan akan didistribusikan ke seluruh unit perangkat keras dan perangkat lunak modular sehingga dapat melayani dan berkomunikasi melalui jaringan area lokal. Sistem tersebut memungkinkan bisnis untuk merakit modul dari vendor yang berbeda tanpa perlu untuk menempatkan beberapa copy dari sistem komputer yang kompleks dan mahal di lokasi-lokasi yang tidak memerlukan. ERP Terdiri dari bermacam
– macam modul yang disediakan untuk berbagai kebutuhan dalam suatu perusahaan, dari modul untuk keuangan sampai modul untuk proses distribusi. Modul-modul standar yang biasanya terintegrasi di dalam suatu sistem ERP setidaknya minimal terdiri atas :
1.
Modul Keuangan
· Modul
Akuntansi Finansial : Secara fungsional modul akuntansi finansial berfungsi
untuk mengumpulkan dan mengelola seluruh data finansial hingga mampu menyajikan
laporan dari hasil relasi data dari beberapa departemen.
· Modul
Kontrol : Modul kontrol ini berfungsi untuk mengelola data-data yang terkait
dengan antara lain akuntansi laba biaya, cost center, manajemen proyek, dan sebagainya.
· Modul
Fixed Asset Management : Dalam menjalankan operasionalnya setiap lembaga
memiliki beban biaya yang dikeluarkan untuk investasi aktiva tetap, sewa dan
gedung. Dalam modul ini mendukung pekerjaan pengadaan, pemeliharaan,
penjualan/penghapusan, penarikan hingga depresiasi nilai aktiva.
2.
Modul Logistik
Modul logistik secara fungsional digunakan untuk memproses pengadaan, penjualan dan distribusi logistik yang digunakan oleh perusahaan.
3.
Modul Business Process Support
Setiap perusahaan selalu terkait dengan masalah manajemen arus kerja dan solusi industri. Kedua hal tersebut digunakan sebagai kendali atas setiap unit fungsi yang ada di dalam perusahaan.
4.
Modul Rantai Pasokan (SCM = supply chain management)
SCM sebenarnya adalah modul yang menjadi fokus yang mutakhir dalam pengembangan sistem ERP. Penerapan SCM yang baik dengan memanfaatkan Internet adalah solusi yang sangat efektif dalam penghematan biaya perusahaan. Proses perencanaan hingga optimalisasi penyimpanan dan penggunaan logistik sangat membantu dalam memperbaiki prediksi permintaan serta efisiensi bagi perusahaan.
5.
Dukungan E-Commerce
Transaksi elektronik yang terintegrasi melalui media Internet adalah tren masa kini yang mendorong terjadinya proses bisnis komersial yang efektif. Dengan dukungan e-commerce yang baik maka produsen dapat langsung berhadapan dengan pengguna akhirnya yang berakibat pada pemotongan biaya yang cukup signifikan.
Sistem ERP dapat mengacaukan operasi perusahaan yang memasangnya. Hal ini disebabkan sistem ERP terlihat asing dibandingkan dengan sistem lama sehingga perlu proses penyesuaian.
Implikasi untuk Pengendalian Internal dan Pengauditan
1. Otorisasi Transaksi Kontrol perlu ditanamkan pada sistem untuk memvalidasi transaksi sebelum diterima dan digunakan modul lain. Tantangan bagi auditor adalah memverifikasi otorisasi transaksi untuk mendapatkan pengetahuan yang terperinci atas konfigurasi sistem ERP dan pengertian yang seksama atas proses bisnis.
2. Pembagian Tugas Keputusan operasional organisasi berbasis ERP didekatkan dengan sumber dari kejadiannya proses manual yang memerlukan pemisahan tugas seringkali dihilangkan dalam lingkungan ERP.
3. Supervisi Seringkali kegagalan dari implementasi ERP dikarenakan manajemen tidak mengerti dengan baik pengaruhnya terhadap bisnis. Seringkali setelah ERP berjalan hanya tim implementasi yang mengerti cara kerjanya. Supervisor seharusnya memiliki waktu untuk mengelola melalui kemampuan pengawasan yang ditingkatkan serta meningkatkan tentang control mereka.
4. Catatan Akuntansi Dalam sistem ini, terdapat modul OLTP dapat dengan mudah diproses mejadi berbagai macam produk akuntansi, resiko yang ada dapat diminimalkan dengan meningkatkan akurasi entry data. Modul Online Transaction Processing atau yang sering disebut dengan OLTP adalah sistem yang berorientasi proses yang memproses suatu transaksi secara langsung melalui komputer yang terhubung dalam jaringan.
5.
Pengendalian Akses Security
merupakan isu yang penting dalam implementasi ERP. Tujuannya untuk menyediakan
kerahasiaan, kejujuran, dan ketersediaan informasi yang dibutuhkan.
6.
Isu-Isu Pengendalian Internal yang Berhubungan Dengan
ERP Roles. Role- based access control (RBAC) adalah
sebuah pendekatan untuk membatasi akses sistem untuk pengguna yang berwenang. RBAC merupakan salah satu
mekanisme terbaik untuk melakukan pengaturan dalam pengendalian akses secara efisien. Proses dibuat dan
dimodifikasi dan menghapus roles dalam isu pengendalian internal dari pelatihan
untuk management dan auditors alike.
7.
Rencana Kontijensi Organisasi harus
mempunyai rencana kontijensi yang rinci yang dapat digunakan sewaktu waktu bila
terjadi rencana yang dikembangkan untuk operasi komputer dan bisnis. Rencana
ini perlu dikembangkan sebelum sistem ERP berjalan.
Software Enterprise Resource Planning (ERP)
Microsoft Axapta yang saat ini dikenal dengan nama Micfosoft Dynamics Ax adalah sebuah aplikasi bisnis yang dilengkapi banyak fungsi terpadu. Mulai dari modul manufacturing, supply chain management, financial management, sampai dengan business analysis.
Sebagaimana software ERP yang lain, Axapta dapat megintegrasikan berbagai bagian dalam perusahaan dan mempercepat penerimaan informasi dari masing-masing bagian sehingga dapat membantu manager dalam pengambilan keputusan. Microsoft Dynamics Ax ini sangat cocok bila digunakan pada perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi dan akan sangat membantu bagi perusahaan yang memiliki multi lokasi.
Microsoft Dynamics AX terbagi kedalam berbagai kategori, yaitu : Modul Financial (buku besar, piutang, dan kewajiban), Modul Distributon (pesanan pembeli, persediaan, dan kebutuhan barang baku), Modul Project (manajemen proyek).
ORACLE ERP
Basis data Oracle adalah basis data relasional yang terdiri dari kumpulan data dalam suatu system manajemen basis data RDBMS. Perusahaan perangkat lunak Oracle pertama kali dikembangkan pada tahun 1977 dan hingga saat ini Oracle memasarkan jenis basis data yang dapat digunakan pada berbagai jenis dan merk platform seperri Mac, LINUX dan Windows, namun yang lebih ditekankan adalah platform menengah seperti UNIX dan LINUX. Hingga saat ini Oracle telah mengeluarkan versi terbarunya yaitu Oracle 11g.
Modul yang terdapat dalam Oracle adalah : Inventary, pembelian, pengelolaan pesanan, BOM, WIP, penetapan biaya, ASCP, MRP, ODP, WMS, AP, AR, GL, FA, CM.
SAP
SAP adalah perusahaan software terbesar keempat di dunia yang berpusat di Jerman dan berdiri sejak tahun 1972. SAP menawarkan solusi ERP lengkap dengan modul yang terintegrasi untuk CRM dan SCM. Mereka memiliki solusi yang komprehensif untuk mengatasi kebutuhan industry terutama manufaktur. SAP dapat membantu pengguna dalam mengangani Customer Relationship Management, ERP, Product Lifecycle, Supply Chain Management, dan Supplier Relationship Management. SAP mengutamakan produknya bagi perusahaan kelas menengah ke atas.
·
Skala SME (Small-Medium) berkisar dari US$ 30.000 –
US$ 700.000
·
Skala Medium berkisar dari US$ 700.000 – US$ 3 juta
· Skala besar lebih dari US$ 3 juta
3. PEMBAHASAN
A.
Perusahaan yang di analisis : PT.Telkom Indonesia
PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) adalah badan usaha milik negara yang bergerak di sektor jasa telekomunikasi dan jaringan di Indonesia. Perusahaan ini menawarkan berbagai layanan jaringan dan telekomunikasi, termasuk layanan telekomunikasi dasar domestik dan internasional, menggunakan layanan kabel, telepon tetap nirkabel ("CDMA") dan Global System for Mobile Communication ("GSM") serta layanan interkoneksi yang digunakan antara lain Other License Operators ("OLO"). Selain layanan telekomunikasi, Telkom juga mengoperasikan bisnis Multimedia seperti konten dan aplikasi, melengkapi portofolio bisnis mereka yang disebut Telekomunikasi, Informasi, Media, Edutainment and Services ("TIMES"). ERP (Enterprise Resource Planing) merupakan suatu teknologi system informasi yang dapat mengintegrasikan informasi-informasi yang tersedia dalam suatu perusahaan dari berbagai aspek sumber daya yang ada. Walau demikian ERP bukan hanya sekedar teknologi tetapi lebih merupakan suatu investasi.ERP adalah investasi bisnis dan juga manusia. ERP dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional perusahaan karena sumberdaya yang dimiliki dapat dikelolah dan dialokasikan dengan optimal. Banyak masalah-masalah yang terkait dengan operasional yang timbul dalam perusahaan dapat diselesaikan dengan implementasi ERP, namun ERP tidak menjamin bahwa permasalah operasional yang terjadi bias langsung diatasi dengan system ini. Dengan menerapkan system ERP, perusahaan diharapkan dapat melakukan proses bisnis dengan lebih efisien. Apalagi untuk perusahaan dengan skala bisnis yang semakin tumbuh dan berkembang. ERP dapat mempermudah proses penyediaan bahan baku, penyimpanan, pengadaan, distribusi, pemasaran, penjualan, perencanaan, dan lain sebagainya., dan juga mengintegrasi informasi dari berbagai lokasi pabrik yang berbeda. Bahkan manfaat yang diperoleh dari penerapan ERP tidak hanya untuk peningkatan
kinerja bisnis saat ini tetapi juga dimasa depan.
Sebelum tahun 1997 ketika SI Telkom masih terkotak-kotak, padahal perkembangan bisnis Telkom semakin besar dan jumlah transaksi yang dilakukan perusahaan semakin meningkat, ada wacana dari pihak management untuk membuat suatu system informasi perusahaan yang terintegrasi. Hal ini dikarenakan system informasi yang dipergunakan saat itu dianggap tidak mampu menangani aktivitas perusahaan yang semakin besar. System informasi yang digunakan saat itu belum terintegrasi. Pada tahun 1999 SAP terpilih sebagai penyedia system teknologi informasi untuk gagasan tersebut. Alas an yang mendasar kenapa SAP dipilih karena lebih lengkap dan juga menyediakan solusi bisnis yang lebih spesifik untuk suatu industry (dalam hal ini industry telekomonikasi).
Telkom membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk melakukan proses implementasi. System ERP mulai dijalankan diTelkom sejak tahun 2001. Software yang digunakan adalah SAP R/3, tetapi tidak seluruh modul yang terdapat dalam SAP R/3 digunakan. Modul yang digunakan adalah modul yang mengarah pada laporan keuangan. Itupun dilakukan secara bertahap.
B. PT Telekomunikasi
Mengelompokkan Beberapa Usahanya Sebagai Berikut :
1.
Telekomunikasi
a.
Sambungan Telepon Kabel Tidak Bergerak
b.
Sambungan Telepon Nirkabel Tidak Bergerak
c.
Seluler
d.
Jasa Layanan Internet (Narrowband & Broadband)
e.
Layanan Jaringan
f.
Jasa Komunikasi Data
g.
Layanan Interkoneksi dan Intercarrier
h.
Sarana Penunjang
2.
Layanan Teknologi Informasi (“TI”)
a.
Managed Application &
Performance/ITO Cloud Based Managed Services
b.
E-Payment/Payment
Service
c.
IT enabler Services
(“ITeS”)
d.
Network Centric VAS
e.
Jasa Integrasi
3.
Media & Edutainment
a.
Konten
b.
Portal
c.
Media Pay TV
C.
Bagaimana Kondisi Setelah
Diterapkannya ERP Pada Perusahaan Tersebut Dengan menerapkan system ERP,
perusahaan diharapkan dapat
melakukan proses bisnis dengan lebih efisien. Apalagi untuk perusahaan dengan skala bisnis yang semakin tumbuh dan berkembang. ERP dapat mempermudah proses penyediaan bahan baku, penyimpanan, pengadaan, distribusi, pemasaran, penjualan, perencanaan, dan lain sebagainya., dan juga mengintegrasi informasi dari berbagai lokasi pabrik yang berbeda. Bahkan manfaat yang diperoleh dari penerapan ERP tidak hanya untuk peningkatan kinerja bisnis saat ini tetapi juga dimasa depan.
Peningkatan kinerja yang terjadi setelah PT Telkom menerapkan ERP sampai saat ini adalah adanya peningkatan dalam hal pengelolaan piutang dan persediaan, serta nilai dari Return On Equity. Sedangkan untuk komponen kas dan setara kas, serta komponen biaya belum menujukan adanya peningkatan dibandingkan dengan periode sebelum menerapkan ERP.
D.
Analisis Kelebihan Dan Kelemahan
Dari Penggunaan ERP Terhadap Perusahaan Tersebut.
Kelebihan dan kekurangan ERP :
·
Untuk memerikasa keuangan atau profit bias lebih cepat
·
System sudah terintegrasi
·
Untuk penyediaan bias melihat data gudang dan penjualan
·
Lebih mudah untuk pembuatan laporan
· Mempermudah proses audit.
· Standarisasi proses operasi melalui implementasi best practice sehingga terjadi peningkatan produktivitas dan peningkatan kualitas produk
·
Standarisasi data dan informasi melalui keseragaman laporan
Kekurangan dari penerapan ERP :
·
Masih banyak karyawan yang belum
mengerti tentang ERP (dalam pelaksanaannya)
·
Masih belum semua modul yang ada di ERP itu
diterapkan dalam Telkom
E.
Analisis Aktifitas Apa Saja Yang
Menggunakan ERP Hasil dari penelitian
diatas adalah :
·
Rasio pendapatan usaha pasca
implementasi ERP yang tidak lebih tinggi dari dibandingkan sebelum implementasi
antara lain :
-
Kas dan setara kas
-
Beban karyawan
-
Beban operasi dan
pemeliharaan
-
Beban umum dan administrasi
-
Beban pemasaran
-
Pendapatan usaha
·
Rasio pendapatan usaha pasca implementasi yang lebih tinggi
dibandingkan sebelum implementasi ERP antara lain :
-
Piutang
-
Persediaan
-
Nilai Return on Equity
-
Produktivitas karyawan
Dari variable-variabel rasio pendapatan terhadap kas, piutang dan beban-beban, kita peroleh hasil bahwa penerapan system ERP di Telkom membawa peningkatan pada turnover komponen piutang dan persediaan serata nilai ROE(Return On Equity) dan produktivitas karyawan. Sedangkan pada komponen kas dan setara kas dan komponen biaya, implementasi ERP di Telkom tampaknya belum membawa peningkatan, sebab rasio pendapatan usaha terhadap kas dan setara kas dan rasio pendapatan terhadap beban pasca implementasi ERP tidak lebih tinggi daripada sebelum implementasi system ERP.
4. KESIMPULAN
ERP adalah bagian dari infrastruktur perusahaan dan sangat penting untuk kelangsungan hidup perusahaan. ERP merupakan Sistem Informasi untuk mengidentifikasi dan merencanakan sisi sumber daya yang dibutuhkan perusahaan untuk digunakan, dibuat, dikirim dan dihitung secara efisien dan merespon kebutuhan pelanggan dengan baik. Implementasi ERP mencakup mengenai Pembuatan common database. [Semua information seperti customers, suppliers, employees, transactions dsb. Dapat disimpan di satu tempat.] Manfaatnya yaitu Efisiensi proses bisnis, Menawarkan sistem terintegrasi di dalam perusahaan, sehingga proses dan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien dan Memungkinkan melakukan integrasi secara global dan Memfasilitasi hubungan komunikasi secara internal dan eksternal dalam dan luar organisasi. Tujuan dari implementasi ERP adalah untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Selain berdampak pada proses bisnis, implementasi juga berpengaruh secara signifikan pada perubahan budaya perusahaan. Untuk mengkoordinasikan bisnis organisasi. Secara keseluruhan ERP merupakan perangkat lunak yang ada dalam organisasi/perusahaan untuk Otomatisasi dan integrasi banyak proses bisnis, Membagi database yang umum dan praktek bisnis melalui enterprise, Menghasilkan informasi yang real-time dan Memungkinkan perpaduan proses transaksi dan kegiatan perencanaan.
DAFTAR PUSTAKA
Puspasanti,
Z. A. (2020, April). Perencanaan Sumber
Daya Perusahaan (Enterprise Resource Planning). Dipetik November 2021, dari www.researchgate.net: https://www.researchgate.net/publication/340341389_Perencanaan_Sumb
er_Daya_Perusahaan_Enterprise_Resource_Planning
Atma, M. (2016, September 21). Perencanaan Sumber Daya Perusahaan. Dipetik November 2021, dari amilna.inweb.id: https://amilna.inweb.id/artikel/29- Perencanaan+Sumber+Daya+Perusahaan/
Putra, Y. M., (2021). Entreprise Information System
dan Kaitannya dengan Proses Bisnis. Modul
Kuliah Manajemen Proses Bisnis. Jakarta : FEB-Universitas Mercu Buana.
Haryono, A., &
Rimawan, E. Improvement of Business Process
Modeling in Small
and Medium Industries (Smis)
to Sustain in
Global Economic Competition. Operations Excellence, 9(1), 34-43.
Nugroho, A., & Kusumah, L.H. (2021). Analisis
Pelaksanaan Quality Control untuk Mengurangi Defect Produk di Perusahaan
Pengolahan Daging Sapi Wagyu dengan Pendekatan Six Sigma. Jurnal Manajemen
Teknologi 20 (1), 56-78.
Nusraningrum, D., Jaswati, J., & Thamrin, H.
(2020). The Quality of IT Project Management: The Business
Process and The
Go Project Lean
Aplication. Manajemen Bisnis, 10(1),
10-23.
Saryanto, S., Purba, H., & Trimarjoko, A. (2020).
Improve quality remanufacturing welding and machining process in Indonesia
using six sigma methods. J. Eur. SystèMes
Autom, 53, 377-384
Vidianto, A. S., & Haji, W. H. (2020). Sistem
Informasi Manajemen Proyek Berbasis Kanban (Studi Kasus: PT. XYZ). Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
(JTIIK), 7(2).
Komentar
Posting Komentar